Bandung – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) melakukan pertemuan dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung (ITB). Pertemuan ini dilakukan dalam rangka persiapan laporan pendahuluan penyusunan dokumen kajian pengelolaan risiko banjir daerah di Kabupaten Lebak bertempat di Gedung CSRS Lantai 6, Rabu (29/6).
Mohammad Farid selaku Sekretaris Bidang Umum LPPM ITB menyampaikan bahwa penyusunan dokumen kajian pengelolaan risiko banjir daerah di Kabupaten Lebak akan digarap oleh tim yang sama dengan penyusunan kajian banjir yang dilakukan bersama Bappenas. “Kedua dokumen ini dapat dikatakan hampir sama, hanya perbedaannya berdasarkan hasil kick off meeting bersama Tim CS-06 bahwa terdapat penambahan terkait pengarusutamaan gender dan disabilitas sebagai parameter kerentanan risiko banjir,” jelas Mohammad Farid. Beliau menambahkan bahwa draf untuk laporan pendahuluan kajian pengelolaan risiko banjir daerah di Kabupaten Lebak sudah dibuat dan kemungkinan dapat dilakukan focus group discussion pasca lebaran Idul Adha atau pertengahan Juli 2022.
Kepala Bapelitbangda Kabupaten Lebak, Hj. Virgojanti, menyampaikan bahwa penyusunan dokumen kajian pengelolaan risiko banjir daerah di Kabupaten Lebak sebagai bagian dari program FMSRB (Flood Management in Selected River Basins) yang akan dikerjasamakan dengan ITB, diharapkan dapat menghasilkan beberapa hal penting. Salah satunya agar hasil dokumen ini dapat diintegrasikan dengan dokumen perencanaan baik jangka menengah maupun jangka panjang serta mampu menghasilkan rekomendasi dengan menampilkan timeline hal-hal yang perlu dikerjakan dan bersifat implementatif. Selain itu, dokumen ini juga diharapkan dapat menjadi pedoman bagi desa untuk mendukung pengukuran indeks desa membangun (IDM) salah satunya pada indeks ketahanan ekologi/lingkungan. “Output dari dokumen ini diharapkan mampu memberikan penekanan terhadap keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian dari infrastruktur yang telah terbangun,” tambah Kepala Bapelitbangda Kabupaten Lebak.
